Tips Dan Trik Anti-Ribet Travelling Bersama Bayi Yang Asyik

Bisakah travelling bersama bayi? Berapa usia yang aman membawa bayi bepergian? Apa tidak ribet membawa bayi bepergian?

Well, pertanyaan itu pasti muncul bagi para orang tua yang doyan jalan-jalan dan baru mendapatkan momongan. Maklum saja, jalan-jalan dengan bayi bisa sangat menantang. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi, atau yang tidak akan terjadi.

Nah, bagi yang tertarik membawa bayi travelling, tanpa khawatir harus ribet dan rencana liburan berjalan sesuai harapan, tips dan trik di bawah ini bisa kamu ikuti. Cekidot, ya!

1. Lakukan perjalanan pada siang hari

Karena judulnya adalah travelling bersama bayi yang tidak ribet, usahakan perjalanan dilakukan pada siang hari. Penerbangan di waktu pagi atau malam hari sangat tidak direkomendasikan, mempertimbangkan kondisi bayi dan para orang tua.

Begini pertimbangannya. Bayi memiliki waktu tidur yang cukup panjang. Saat dibangunkan di bukan jam seharusnya dia bangun, ada kemungkinan dia akan menjadi rewel. Padahal bayi dan orang tua harus melakukan sejumlah persiapan, mulai dari mandi, sarapan dan sebagainya. Jika perjalanan dilakukan pada malam hari, ada kemungkinan kamu sampai di tempat tujuan juga pada waktu malam. Hal ini tidak baik bagi bayi, dan juga orang tua karena pastinya akan lelah banget!

Tips ini tidak hanya berguna bagi yang bepergian dengan pesawat, tapi juga bagi para orang tua yang ingin menggunakan bus atau kereta api, atau bahkan kapal laut.

2. Pilih tempat wisata yang cocok buat si kecil

Membawa anak kamu yang masih bayi mendaki gunung Semeru, atau malah mengajaknya berwisata arung jeram tentunya menjadi pilihan yang sangat berisiko. Di usia awal, akan lebih aman dan nyaman membawa si kecil ke tempat wisata, di mana mereka juga bisa menikmati suasananya.

Pertimbangkan juga kondisi dan lokasi tempat liburan yang kamu tuju. Jika terlalu berangin, berdebu atau cuaca yang tidak bersahabat, lebih baik memilih destinasi wisata indoor yang lebih aman.

3. Buat jadwal yang jauh lebih longgar

Travelling bersama bayi tentunya tidak sama dengan travelling bersama pasangan, atau bepergian sendirian. Ada sosok manusia kecil yang jauh lebih butuh perhatian kamu sebagai orang tua. Bayi atau anak kecil membutuhkan waktu makan khusus, waktu istirahat yang juga tidak sedikit dan juga perhatian ekstra.

Buatlah itinerary perjalanan yang ramah dengan setiap kemungkinan. Pastikan yang kamu dapatkan adalah quality time bersama keluarga, termasuk si kecil, bukan kuantitas tempat wisata yang dikunjungi.

4. Tidak ada lagi travellight, bawa peralatan sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bayi memerlukan perhatian secara khusus, termasuk soal makanan. Mendapatkan makanan dari luar atau membuat makanan instan memang praktis, tapi juga memiliki risiko tersendiri. Karena itu, tidak ada salahnya jika kamu menyiapkan waktu khusus untuk memasak makanan bayi dengan peralatan yang sudah kamu persiapkan sebelumnya. Peralatan seperti panci listrik, sendok dan piring hingga termos adalah hal yang bisa kamu siapkan.

Tidak hanya itu, kamu juga harus memperlakukan perlengkapan si kecil secara spesial. Untuk baju dan celana, akan lebih baik menyatukannya dalam tas dan membungkusnya kembali dalam plastik untuk meminimalkan kemungkinan terkena air atau kotoran. Persiapkan juga minyak telon, tisu kering, tisu basah hingga bedak dan popoknya, atau bahkan stroller dan gendongan, serta mainan kesayangan si kecil untuk membuatnya tetap tenang. Yups, barang bawaan kamu akan jauh lebih banyak dibanding jika bepergian sendiri atau bersama pasangan.

5. Berbagi tugas dan tanggung jawab

Sebagai pasangan, sudah menjadi keharusan untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain. Peran itu dipastikan juga berlaku jika kamu dan pasangan travelling bersama buah cinta kalian. Dibutuhkan kerja sama satu sama lain untuk saling meringankan tugas dan tanggung jawab, sekaligus memaksimalkan waktu yang ada.

Misalnya, si baby waktunya mandi. Ayah mungkin bisa membantu memandikan sementara istri bisa menyiapkan makanan untuk si kecil. Menggendong si kecil pun juga bisa dilakukan bergantian. Yang penting, semua dijalani dengan bahagia, ya!

Image credit: @lennypuello

6. Fokus jalan-jalan, jangan dulu belanja

Membawa bayi jalan-jalan berarti bawaan kamu juga banyak. Masih kepikiran menambah beban bawaan dengan belanja barang-barang, yang bisa jadi tidak kamu butuhkan.

Saat travelling bersama bayi, ubah fokus kamu. Akan lebih baik mengenalkan si kecil pada dunia yang sepenuhnya baru buat mereka. Orang tua untuk sementara bisa mengesampingkan hasrat belanja, dan mungkin selfie, untuk kenyamanan si baby.

Baca juga: Panduan Membuat Paspor Anak Untuk Syarat Liburan ke Luar Negeri

Nah, bagaimana menurut kamu tips dan trik travelling bersama bayi di atas? Apakah kamu punya tips lainnya? Mengapa tidak berbagi dengan kami?

The post Tips Dan Trik Anti-Ribet Travelling Bersama Bayi Yang Asyik appeared first on TripZilla Indonesia.



from Informasi Berlibur – TripZilla Indonesia
via If This Then That

0 Komentar